RSS

tafsir tarbawi


TAFSIR TARBAWI:
ALAT ATAU MEDIA
Makalah ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
TAFSIR TARBAWI
Diperesentasikan, Senin,   Desember 2013

Oleh:
Julisah
Purnama Sari
Sulong Hasibuan
Supandi

Pengampu:
Drs. Masbukin,  M.Ag

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2013

TAFSIR TARBAWI:
MEDIA TAU ALAT
Oleh: Julisah, Purnama Sari, Sulong Hasibuan dan Supandi
A.    PENDAHULUAN
Untuk meyakinkan dan membuat manusia lebih paham mengenai risalah Ilahiah yang dipaparkan dalam al-Qur’an, kitab suci menggunakan berbagai metode atau cara sebagaimana yang telah dibahas. selain metode, al-Qur’an juga menggunakan alat atau media dalam pembelajaran terhadap manusia. maka dalam rangka itulah banyak ditemukan dalam al-Quran perbincangan mengenai langit, bumi, laut, gunung, dan lain sebagainya. hal itu dapat dilihat dalam penjelasan ayat berikut.[1] 
B.     PEMBAHASAN
a.      Pengertian Alat atau Media
secara harfiah kata media memiliki arti “ perantara” atau “ pengantar”. [2] Sedangkan dalam kamus besar bahasa indonesia , media adalah alat ( sarana) komunikasi.[3] Dengan demikian media pembelajaran adalah alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan pesan-pesan pengajaran dari sumber belajar yaitu pendidik kepada peserta didik agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. sedangkan dalam aktivitas pembelajaran, media dapat diartikan sebagai suatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik.[4]
b.      Langit, Bumi, dan Gunung Sebagai Media
Surat Lukman[31]:10-11
Artinya: Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik(10). Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata(11).
Melalui ayat ini, Allah menerangkan kekuasaan-Nya yang besar atas penciptaan langit,bumi dan perkara yang ada di dalam keduanya, dan perkara yang ada diantara keduanya.
Firman Allah Ta’ala,” dia mengembangbiakkan segala jenis binatang di dalamnya” berarti Dia telah mengembangbiakkan bebagai jenis binatang yang tidak dapat diketahui jumlah, bentuk, dan jenisnya kecuali oleh yang telah menciptakannya. sesungguhnya Dia telah mengingatkan manusia bahwa dialah yang maha memberi rezki melalui firman-Nya, “ Dan kami telah menurunkan air dari langit, lalu kami menumbuhkan di sana segala jenis tumbuhan yang baik, “ yakni segala jenis tumbuh-tumbuhan.
Firman Allah Ta’ala, “ inilah ciptaan Allah” berarti ciptaan yang bersumber dari penciptaan Allah, perbuatan, dan takdir-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan itu. karenanya Allah Ta’ala berfirman,” maka perlihatkanlah kepada-Ku apa yang telah diciptakan orang-orang selain Dia, yaitu orang-orang yang berupa perkara kamu sembah dan seru selain Allah seperti berhala dan tandingannya. sebenarnya orang–orang zalim itu, yakni orang-orang yang menyekutukan Allah dan menyembah hal lain bersama-Nya” berada dalam kesesatan, yakni kebodohan dan kebutaan yang nyata, terang dan jelas.[5]
apabila dilihat dari aspek pendidikan, materi utama yang ingin diajarkan ayat ini kepada manusia adalah keimanan kepada Allah dan mensyukuri nikmat-Nya serta jangan menjadi orang yang zalim. dalam menyajikan materi tersebut, alQur’an menggunakan media Bumi, serta tumbuhan dan binatang yang terdapat di atasnya, gunung dan langit. dengan media ini manusia diharapkan meyakini kemahabesaran Allah dan mensyukuri nikmat-Nya.[6]
c.       Peristiwa Malam, Siang, Matahari dan Bulan Sebagai Media
Surat Fussilat[41]:37-39
Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah(37). Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu(38). Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu39).
penafsiran kata-kata sulit:[7]
Al-Ayah : Bukti dan Hujjah.
Yas’amun : mereka jemu.
Khasyi’ah: Tandus dan kering tidak ada tumbuh-tumbuhan padanya.
Ihtazzat: bergerak.
Rabat : Memuai( subur)
            Tafsir ayat 37: Dan di antara hujjah-hujjah Allah Ta’ala terhadap mahluknya dan dalil-dalil yang menunjukkan atas keesaan dan keagungan kekuasaan-Nya ialah malam dan siang, yang satu dengan yang lainya datang silih berganti. Dan perbedaan perjalanan dari keduanya di langit, agar dapat diketahui ukuran-ukuran malam dan siang, minggu, bulan dan tahun. dengan demikian dapat ditentukan secara tepat saat-saat bermualat dan beribadah.[8]
Dan karena matahari dan bulan itu merupakan benda langit yang terbesar yang bisa disaksikan dilangit maupun di bumi, maka Allah swt. memperingatkan bahwa kedua benda itu tetap mahluk yang tunduk kepada Allah ta’ala, keduanya tetap berada pada kekuasaan Allah. oleh karena itu janganlah kamu mengagungkan kedua benda itu, tetapi Agungkanlah pencipta-Nya. Hal ini merupakan bantahan terhadap kaum shabi’ah yang menyembah bintang-bintang dan planet-planet.[9]
Tafsir ayat 38:  jika orang-orang musyrik yang menyembah bintang-bintang itu sombong, maka Allah tidak keberatan kepada mereka, karena para malaikat yang ada di hadirat-Nya yang maha suci, sekalipun mereka adalah mahluk-mahluk yang lebih baik dari para orang musyrik itu, namun mereka tidak sombong dari menyembah Allah. Bahkan mereka bertasbih dan bersembah kepada Allah siang dan malam dengan tidak henti-hentinya dan tidak jemu-jemunya.[10] 
Tafsir Ayat 39: dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya” sebagai bukti bahwa Dia berkuasa untuk menghidupkan kembali mereka yang telah mati, ialah bahwa kamu melihat bumi itu kering , tandus, tidak ada tumbuh- tumbuhan padanya dan tidak ada tanaman. maka apabila kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. yaitu keluarlah dengan berbagai warna rupa tumbuhan dan buah-buahan. sesungguhnya Allah maha Kuasa atas segala sesuatu.[11]
Materi pendidikan yang disajikan dalam ayat 37-39 surat fussilat ini adalah berkaitan denan kebesaran Allah; Dia maha kuasa, oleh karenanya manusia mesti taat dan mematuhi segala ajaran-Nya. Dalam menyampaikan materi  tersebut, al-Qur’an menggunakan peristiwa alam berupa malam dan siang serta kejadian-kejadian di langit berupa peredaran matahari dan bulan menjadi media dalam menyampaikan materi tersebut. selain itu kitab suci ini, menggunakan fenomena yang terjadi di bumi berupa hubungan kausalitas antara air dan kesuburan bumi sebagi media, artinya manusia sebagai peserta didik didorong agar menalar yang berangkat dari fakta empiris yang selanjutnya akan menghasilkan suatu kesimpulan berupa pengakuan atau kesadaran mengenai kekuasaan dan kebesaran Allah, yang berakhir kepada penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.
secara tidak langsung, ayat-ayat di atas juga mengajarkan atau mendorongpara tenaga pendidik agar dalam melaksanakan pembelajara menggunakan media, sesuai dengan materi yang diajarkan. banyak hal yang dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran. lingkungan hidup yang beraneka ragam dapat dijadikan media. untuk itu, guru dituntut agar mampu membuat media  atau merekayasa hal-hal ynag terdapat disekitarnya menjadi alat pembelajaran.[12]

C.    Kesimpulan
Materi utama yang ingin diajarkan ayat di atas kepada manusia adalah keimanan kepada Allah dan mensyukuri nikmat-Nya serta jangan menjadi orang yang zalim. dalam menyajikan materi tersebut, alQur’an menggunakan media Bumi, serta tumbuhan dan binatang yang terdapat di atasnya, gunung, langit dan Peristiwa Malam, Siang, Matahari dan Bulan. Dengan media ini manusia diharapkan meyakini kemahabesaran Allah dan mensyukuri nikmat-Nya, oleh karenanya manusia mesti taat dan mematuhi segala ajaran-Nya, yang berakhir kepada penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.


DARTAR PUSTAKA
Ahmad musthafa Al-Maraghiy, penerjemah: Ansori Umar Sitanggal, Hery Noer Ali, Bahrun Abubakar, Tafsir Al-Maraghiy,  Semarang: CV Tohaputra, 1989.
Kadar M.Yusuf, Tafsir Tarbawi,Riau: Zanafa, 2011.
Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Taisiru al-Aliyyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibn Katsir( ringkasan tafsir Ibn Katsir, jil.3),  Jakarta: Gema Insani, 2000
Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Kemudahan dari Allah; Ringkasan tafsir ibnu Katsir, jilid, 4, Jakarta: Gema Insani Press, 2000
Sayyid Quthb; Penerjemah,As’ad Yasin,dkk, Tafsir fi zhilalil-Qur’an di bawah Naungan Al-Qur’an jilid 19, Jakarta: Gema Insani Press, 2004


[1] Kadar M.Yusuf, Tafsir Tarbawi,(Riau: Zanafa, 2011), h. 133
[2] Syaiful Bahri djamarah dan Asman Zein, Strategi Belajar mengajar, ( Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006) cet.3, h., 120
[3] Anton M, Moeliono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ( Jakarta: Balai Pustaka, 1990) ,h., 640.
[4] File:///E:/New%20folder/makalah-media-pembelajaran%201.html
[5] Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Taisiru al-Aliyyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibn Katsir( ringkasan tafsir Ibn Katsir, jil.3), ( Jakarta: Gema Insani, 2000), h. 786-787
[6] Kadar M.Yusuf, Tafsir Tarbawi, h. 133.
[7] Ahmad musthafa Al-Maraghiy, penerjemah: Ansori Umar Sitanggal, Hery Noer Ali, Bahrun Abubakar, Tafsir Al-Maraghiy, ( Semarang: CV Tohaputra, 1989), h., 245.
[8] Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Kemudahan dari Allah; Ringkasan tafsir ibnu Katsir, jilid, 4( Jakarta: Gema Insani Press, 2000), h., 211.
[9] Sayyid Quthb; Penerjemah,As’ad Yasin,dkk, Tafsir fi zhilalil-Qur’an di bawah Naungan Al-Qur’an jilid 19, ( Jakarta: Gema Insani Press, 2004), h., 259.
[10] Ahmad musthafa Al-Maraghiy, h., 247.
[11] Muhammad Nasib ar-Rifa’i, h., 212.
[12] Kadar M.Yusuf, Tafsir Tarbawi, h. 137.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar